Komplek rumah ibadah umat Budha Mongolia, Biara Gandantegchinlen di Ulaanbaatar, merekam jejak Mongolia sejak awal abad ke-19. Biara ini didirikan pada 1809 atas perintah pemuka agama Budha Mongolia, Jebtsundamba Khutuktu, ke-5. Kuil pertama yang dibangun adalah Gungaacholiin Datsan. Kini hanya sebuah tiang kayu yang tersisa dari kuil itu.
Pada 1838 komplek Biara Gandantegchinlen Datsan dibangun bersama kediaman Jebtsundamba Khutuktu. Dua tahun kemudian dibangun Kuil Vajradhara, diikuti pembangunan Kuil Zuu Temple pada 1869. Selanjutnya pada 1913 dibangun kuil untuk menempatkan patung Avalokiteśvara setinggi 26,5 meter.
Ketika Uni Soviet berpengaruh di Mongolia di era 1930an, banyak biara dan kuil yang dihancurkan. Komplek Biara Gandantegchinlen selamat dari penghancuran itu, namun dipaksa tutup pada 1938. Di tahun 1944 biara kembali dibuka, namun kehidupan beragama di bawah pengaruh komunis Uni Soviet tidak dapat dikatakan bebas. Baru setelah pengaruh komunis Uni Sovet berakhir di penghujung 1990an, kuil ini kembali ramai dikunjungi umat Budha Mongolia. 
(Foto: Teguh Santosa)
SEBELUMNYA
Duet Anies dan Imin DideklarasikanBERIKUTNYA
Gelora Resmi Dukung Prabowo