Meriah, Resepsi HUT Proklamasi Di Beijing

Kamis, 10 Desember 2020 | 11:55 WIB

Di tengah cobaan pandemi Covid-19 yang menimpa banyak negara dan wilayah di dunia tahun ini, Indonesia dan China mampu untuk tetap menjaga hubungan baik dalam berbagai bidang kerjasama. Bahkan, kedua negara berhasil meningkatkan hubungan kerjasama bilateral di tengah situasi pelik yang timbul akibat pandemi.

"Tahun ini, hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok genap berusia 70 tahun. Eratnya kemitraan dan persahabatan yang saling menguntungkan antara kedua negara adalah landasan yang kuat untuk semakin merekatkan persahabatan Indonesia dan China ke depan," begitu kata Dutabesar Indonesa Untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Djauhari Oratmangun dalam sambutan resepsi diplomatik HUT RI ke-75 di Beijing, Rabu malam (9/12), seperti keterangan yang diterima redaksi.

Pada acara tersebut, turut hadir sebagai tamu kehormatan adalah Asisten Menteri Luar Negeri RRT Wu Jianghao dan dihadiri pula oleh Deputy Director General PLA, SCol Liu Fang dan Mayor Zhang Heng. Selain itu, hadir juga 400 lebih tamu undangan yang terdiri dari para dutabesar dan korps diplomatik negara sahabat, pejabat tinggi Pemerintah RRT, pengusaha, pemuka masyarakat, akademisi, media, diaspora Indonesia dan tentunya juga mahasiswa Indonesia di negeri tirai bambu.

Meski berlangsung secara tatap muka, namun acara tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan dan memathui protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah daerah Beijing.

Pada kesempatan yang sama, Dubes Djauhari menuturkan, peningkatan kerjasama dua arah di bidang perdagangan, investasi dan kerja sama penanggulangan pandemi Covid-19 yang dijalin oleh Indonesia dan China merupakan bukti nyata dari eratnya kemitraan Indonesia dan China. Manfaat kerjasama tersebut juga dapat dirasakan langsung baik oleh warga Indonesia maupun China.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan bahwa eratnya persahabatan kedua negara juga tercermin dari angka-angka perdagangan. DIketahui bahwa nilai perdagangan dua arah Indonesia dan China sampai dengan September tahun 2020, mencapai 55,8 miliar dolar AS. Sedangkan investasi China ke Indonesia sampai dengan September 2020 mencapai 3,5 miliar dolar AS.

Bukan hanya itu, penguatan kemitraan kedua negara juga tercermin dari eratnya kerja sama dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Resepsi diplomatik kali ini, selain merupakan momen untuk semakin merekatkan hubungan kemitraan Indonesia dan China, juga sekaligus menjadi sarana promosi Wonderful Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Kedutaan Besar Indonesia di China menyuguhkan keragaman dan kekayaan khasanah budaya Indonesia dan kelezatan kuliner Indonesia melalui penampilan musik dan tari serta tentu saja makanan.

Alunan musik tradisional memenuhi area foyer Imperium Ballroom Hotel Four Season Beijing yang dihiasi kain-kain Nusantara indah, lukisan karya Ibu Sih Elsiwi Handayani Oratmangun serta display produk Indonesia menyambut para tamu undangan.

Bukan hanya itu, Tari Piring dari Sumatra Barat persembahan tim kesenian Indonesia dari Provinsi Guangdong juga menjadi tarian pengiring tamu kehormatan sekaligus pembuka acara yang memukau para hadirin.

Demikian pula tari persembahan Dharma Wanita Persatuan KBRI Beijing serta alunan lagu-lagu Indonesia yang dinyanyikan oleh Home Band KBRI Beijing berhasil memikat para undangan yang hadir.

Lantunan lagu Molihua dan Ayo Mama yang ditampilkan oleh seluruh Staf KBRI Beijing bersama Dubes Djauhari menjadi penutup malam resepsi diplomatik.

Tidak lupa juga, kuliner khas Indonesia seperti soto ayam Madura, rendang, empal, gado-gado hingga rujak dan jajanan pasar menjadi suguhan makan malam yang sangat digemari para tamu undangan.

Selain itu, produk-produk Indonesia yang telah memasuki pasar China seperti produk kopi dan makanan ringan juga menjadi buah tangan bagi para tamu undangan yang hadir.

Sebelum acara Resepsi Diplomatik tersebut, lebih dulu telah diselenggarakan kegiatan Business Forum bertema “Doing Business with Wonderful Indonesia” yang digelar pada siang harinya.

(Foto: Tim RMOL.id)