Ketua Umum JMSI Kunjungi Museum Perjuangan Pers

Sabtu, 12 Maret 2022 | 23:35 WIB

Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, mengunjungi Museum Perjuangan Pers di Jalan Sei Alas, Medan, Sabtu (12/3). Museum Perjuangan Pers ini didirikan tahun 2019 lalu oleh wartawan senior dan juga veteran Muhammad Tok Wan Haria (TWH).

Untuk menyimpan jejak perjuangan rakyat Indonesia, termasuk masyarakat pers di dalamnya, Muhammad TWH yang lahir di Aceh Utara pada 15 November 1932 mendedikasikan rumah tinggalnya sebagai museum.

Di museum ini, Muhammad TWH menyimpan berbagai dokumen dan kliping koran dari awal abad ke-20 sampai tahun-tahun revolusi fisik untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Inisiatif Pak TWH ini perlu kita apresiasi bersama. Museum ini memperlihatkan bahwa masyarakat pers nasional tidak hanya menjadi bagian dari kelompok pejuang kemerdekaan, tetapi menjadi unsur penting yang ikut membangun kesadaran kebangsaan dan cita-cita kemerdekaan," ujar Teguh Santosa.

Dalam kunjungan tersebut Teguh Santosa didampingi oleh tiga fungsionaris JMSI Pusat yakni Anggota Dewan Pakar Choking Susilo Sakeh, Sekretaris Bidang Penelitian dan Pengembangan Aulia Andri, dan Sekretaris Bidang Kordinasi Program Faisal Mahrawa.

Setelah mendengarkan kisah-kisah patriotisme perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia di kota Medan dan Pulau Sumatera, Teguh menyerahkan buku yang ditulisnya, “Di Tepi Amu Darya”. Buku ini diangkat dari pengalamannya meliput ketegangan di Afghanistan pada 2001. Amu Darya adalah nama sungai yang memisahkan Afghanistan dengan Uzbekistan.  

(Foto: Tim RMOL.id)