Firli Bahuri Piawai di Forum Antikorupsi G20

Selasa, 05 Juli 2022 | 21:30 WIB

Penampilan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri di depan peserta Anti-Corruption Working Group (ACWG) G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (5/7) cukup memukau.

Firli yang memimpin jalannya pertemuan berhasil menyampaikan pokok-pokok pikiran yang solid dan usul-usul konkret dalam proses pemberantasan korupsi.

Hal pertama yang disampaikan Firli Bahuri terkait dengan peran audit dalam pemberantasan korupsi. Firli mengharapkan hasil akhirnya berupa High Level Principles on Enhancing the Role of Auditing in Tackling Corruption yang dapat diimplementasikan oleh negara-negara anggota G20.

Persoalan prioritas kedua yang disampaikan Firli terkait peningkatan pendidikan antikorupsi dan peran serta masyarakat. Firli berharap forum dapat menghasilkan Compendium of Good Practices on Public Participation and Anti-Corruption Education.

Dokumen ini, sebutnya, dapat menjadi referensi praktik baik terkait partisipasi publik dan pendidikan anti korupsi yang dapat digunakan untuk Indonesia maupun negara G20 lainnya bahkan negara non G20.

Selanjutnya, prioritas ketiga yang disampaikan Firli terkait dengan kerangka regulasi dan supervisi peran profesi hukum dalam pencucian uang hasil korupsi.

Firli berharap, forum dapat menyetujui Compendium untuk meningkatkan awareness dan menjadi referensi dalam mitigasi dan pencegahan tindak pidana pencucian uang.

Persoalan prioritas keempat yang disampaikan Firli Bahuri terkait dengan upaya mitigasi korupsi di sektor energi terbarukan.

“Ini merupakan isu baru yang digagas oleh Indonesia. Dengan mulai dibahasnya pada ACWG diharapkan dapat membantu negara-negara yang sedang melakukan transisi energi, untuk memetakan potensi-potensi korupsi pada sektor energi terbarukan melalui studi kasus,” ujar Firli.

Di samping itu, Firli menyampaikan, selain deliverables pada empat prioritas tersebut, Keketuaan Indonesia di G20 tahun 2022 juga akan menghasilkan accountability report yang berisi implementasi dari komitmen yang disepakati pada presidensi sebelumnya.

Accountability report kali ini mengakomodir dua isu yaitu pemberantasan korupsi terkait bea cukai dan pemberantasan korupsi dalam sektor olahraga,” demikian Firli.

Selain piawai memimpin jalannya pertemuan, Firli juga terlihat dapat berinteraksi sangat baik dan tidak canggung dengan peserta ACWG.

(Foto: Tim RMOL.id)